Keutamaan Salat Sunnah Tahiyatul Masjid

Tercantum pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta Imam Muslim berkaitan salat sunnah Tahiyatul Masjid, Rasulullah SAW bersabda : Jika seorang antara kamu masuk masjid, karena itu jangan sampai akan duduk sebelum salat dua rakaat semakin dulu (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714). Jika ditangani saat mendekati salat Jumatan, sesuai salam satu cerita dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Busr : Sebenarnya ada seorang lelaki yang langkahi pundak-pundak manusia sedang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkhutbah, karena itu beliau mengatakan, Duduklah, benar-benar engkau sudah menyakiti mereka. (Shahih, HR Abu Dawud (1118), di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani) Jadi kaum muslim sejati tentu saja berupaya jadi pribadi yang mencontoh Rasulullah SAW, tetap suri tauladan. Kecuali hadits di atas barusan, ada juga penegasan tentang salat sunnah Tahiyatul Masjid misalnya :

1. Menyempurnakan Salat Harus

Oleh Mustafa al-Khin serta Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhab al-Imam al-Syfii :  Pahala kesunnahan salat tahiyatul masjid ini dapat dibuat dengan dia kerjakan salat fardhu atau salat sunnah yang lain, sebab arah intinya adalah supaya seorang jangan terburu-buru duduk di masjid tanpa ada dia lakukan salat.

2. Memuliakan Masji serta Tuhan

Menurut jumhur ulama, posisi salat Tahiyatul Masjid seperti kita yang ucapkan salam saat masuk ke rumah. Imam Nawawi rahimahullaah yang menjelaskan, Beberapa mereka (ulama) mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghargai Rabb -Tuhan yang disembah dalam- masjid), sebab arti dari shalat itu untuk pekerjaan taqarrub (mendekatkan) pada Allah, bukan pada masjidnya, sebab orang yang masuk rumah raja, dia akan menghormat pada raja bukan pada tempat tinggalnya. (Hasyiyah Ibnu Qasim: 2/252)

3. Meniadakan Dosa

Pembicaraan di antara Tsauban dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda : Sebaiknya engkau perbanyak sujud (memperbanyak shalat) pada Allah. Sebab tidak engkau perbanyak sujud sebab Allah tetapi Allah akan meninggikan derajatmu serta menghapuskan dosamu. Lalu Madan mengatakan, Saya juga sempat berjumpa Abu Darda serta menanyakan hal sama. Lalu teman dekat Abu Darda menjawab seperti yang dijawab oleh Tsauban padaku. (HR. Muslim).