8 Adab Saat Ada di Dalam Masjid

Masjid ialah taman surga sebab adalah tempat dimana beribadah ikhlas yang bawa kebahagiaan berjalan. Dalam tempat ini orang – orang melaksanakan ibadah serta memperoleh kebaikan yang banyak. Disamping itu, masjid adalah tempat berlindung untuk orang yang memerlukan serta jadi fasilitas untuk menguatkan ikatan warga. Karenanya untuk seorang muslim kita harus jaga keagungan masjid dengan memerhatikan adab serta norma saat ada didalamnya. Apa saja sich yang perlu jadi perhatian saat bertandang ke masjid?

1. Kenakan pakaian Indah Saat Berkunjung ke Masjid

Adab pertama yang perlu jadi perhatian saat ada di masjid ialah kenakan pakaian dengan cara wajar. Ini mengacu pada firman Allah dalam Al-Quran, “Hai anak Adam, gunakanlah bajumu yang indah di tiap (masuk) masjid, makan serta minumlah, serta jangan sampai berlebihan – lebihan. Sebenarnya Allah tidak menyenangi orang – orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raaf ayat 31) Dalam ayat itu, Allah secara jelas memerintah kita untuk memakai baju yang indah setiap saat bertandang ke masjid. Tentu saja baju itu harus sesuai aturan Islam khususnya yang tutup aurat serta terlepas dari najis.

2. Masuk Kaki Kanan, Keluar Kaki Kiri

Yang ke-2 kita harus memprioritaskan kaki kanan saat masuk serta kaki kiri saat keluar masjid. Adab ini bukan hanya berlaku di masjid, dan juga di semua tempat yang termasuk baik. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar menyenangi memprioritaskan yang kanan saat menggunakan sendal, saat menyisir rambut serta saat bersuci, dalam tiap kasus (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 186 serta Muslim no. 268) Hadist itu memperlihatkan jika satu kasus yang mulia, indah, serta termasuk beribadah karena itu disyariatkan untuk diawali pada yang kanan terlebih dulu. Disebut juga dalam hadist Anas radhiyallahu anhu mengenai memprioritaskan kaki kanan saat masuk masjid, “Termasuk juga dalam kasus sunnah ialah bila engkau masuk masjid karena itu engkau memprioritaskan kaki kanan, apabila engkau keluar masjid karena itu engkau utamakan kaki kiri.” (HR. al-Hakim serta dishahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Riwayat al-Ahâdîts as-Shahihah no. 2478)

3. Shalat Tahiyatul Masjid

Adab setelah itu melakukan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Bila salah seorang dari kalian masuk masjid, karena itu sebaiknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR. Bukhari no. 537 serta Muslim no. 714) Shalat tahiyatul masjid ialah shalat dua rakaat sebelum duduk di masjid. Shalat apa saja yang ditangani sebelum duduk termasuk juga di dalam tahiyatul masjid, termasuk juga shalat sunnah rawatib serta shalat harus. Tetapi tahiyatul masjid bukan shalat yang diniatkan tertentu, namun ini hanya penamaan untuk shalat dua rakaat sebelum duduk. Jika seorang masuk masjid sesudah adzan lalu shalat qabliah atau sunnah wudhu, karena itu itu tahiyatul masjid untuknya.

4. Beri’tikaf

I’tikaf bermakna diam diri di masjid dalam rencana untuk dekatkan diri pada Allah serta bermuhasabah atas tindakan – tindakannya. Adab ini benar-benar disenangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sewaktu hidupnya beliau selalu beri’tikaf dengan melaksanakan ibadah seperti shalat, dzikir, berdoa, serta membaca Al-Quran.

I’tikaf sama dengan pekerjaan beribadah di 10 hari paling akhir bulan ramadhan, meski begitu seharusnya I’tikaf dilaksanakan oleh tiap umat Islam yang bertandang ke masjid. Sebaiknya seorang lakukan I’tikaf sekalian menanti masuknya waktu shalat atau sesudah shalat. Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Sesudah shalat dua rakaat sebaiknya orang yang shalat untuk duduk menghadap kiblat dengan menyibukkan diri berdzikir pada Allah, berdoa, membaca Al-Quran, atau diam serta jangan sampai dia mengulas permasalahan duniawi semata” (AI-Mughni karangan Ibnu Qudamah رحمه االه jilid 2 halaman 119)

5. Menjaga Kebersihan

Masjid adalah tempat beribadah bersama-sama dan kebersihannya harus dijaga secara baik supaya beribadah didalamnya jadi resmi serta khusyuk. Hal yang mengakibatkan atau bawa najis harus dijauhi saat ada di masjid. Tidak cuma kebersihan masjid saja yang perlu dijaga, tetapi kebersihan diri kita saat berkunjung ke masjid. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja yang mengonsumsi dari tanaman ini (semacam bawang serta semisalnya), karena itu jangan sampai dia dekati masjid kami, sebab sebenarnya malaikat terusik dengan berbau itu, seperti manusia” (HR. Bukhari no. 854 serta Muslim no. 1564) Hadist itu memperlihatkan jika segala hal yang membuat mulut bau tidak enak harus dijauhi. Kecuali bawang, benda seperti jengkol, pete, serta merokok harus juga dijauhi. Jika seorang sudah terburu konsumsi makanan itu serta akan ke masjid karena itu seharusnya dia hilangkan berbau mulutnya dengan menggosok gigi terlebih dulu. Adab ini tidak diutamakan untuk teritori masjid saja. Saat ada di lain tempat kita harus juga jaga kebersihan sebab Allah senang dengan suatu hal yang bersih serta suci.

6. Menjaga Ketenangan Masjid

Adab ke enam yang perlu di kerjakan ialah jaga ketenangan masjid. Masjid harus bebas dari beberapa hal yang mengganggu keheningan serta ketenangan didalamnya. Saat ada di masjid sebaiknya seorang duduk dengan sopan, tidak bernada tinggi, tidak main-main, dan jaga perkataan dari pengucapan yang tidak wajar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kenalilah jika tiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Oleh karena itu, jangan sampai beberapa kalian menyakiti lainnya serta jangan sampai mengeraskan bacaan atas lainnya” (HR Ahmad, Abu Dawud, serta al-Hakim serta dipandang shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihal-Jami’) Dalam berdoa, bertadarus, atau shalat, seharusnya seorang cari tempat yang cukup jauh dari pihak lain yang sedang melaksanakan ibadah serta melakukanya dengan suara yang lembut. Rasul serta sampai memperingatkan orang yang melaksanakan ibadah untuk menghaluskan suaranya supaya tidak mengganggu seputar sebab menyalahi hak seseorang ialah permasalahan serius.

7. Dilarang Melalui di Depan Orang Shalat

Adab ke tujuh yakni waspada saat berjalan di masjid. Janganlah sampai melalui orang yang sedang shalat sebab sebenarnya dosa melalui di muka orang yang shalat sangat besar. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Kalau orang yang melalui di muka orang yang shalat ketahui (dosa) yang dijaminnya, pasti dia pilih untuk stop semasa 40 (tahun), itu lebih bagus untuknya dibanding melalui di muka orang yang sedang shalat” (HR Bukhari no. 510 serta Muslim no. 1132)

Umumnya di masjid ada sutrah berbentuk karpet atau ubin yang mempunyai pemisah. Seorang tidak dipandang melalui orang yang sedang shalat bila dia tidak melalui antara sutrah sama orang yang shalat. Mengenai orang yang sedang shalat harus menahan seseorang yang akan melalui di depannya.

8. Dilarang Bergabung untuk Mengulas Kebutuhan Dunia

Adab paling akhir ialah larangan melingkar di masjid (untuk bergabung) untuk kebutuhan dunia semata-mata. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Akan tiba satu waktu pada sekumpulan orang, dimana mereka melingkar di masjid untuk bergabung serta mereka tidak memiliki kebutuhan terkecuali dunia serta tidak ada buat kebutuhan apa saja pada mereka karena itu jangan sampai duduk bersama-sama mereka” (HR. al-Hakim jilid 4 halaman 359 serta dipandang hasan oleh Syaikh al-Albani)